2007/09/19

Perjamuan Jiwa



Kasihku, bangkitlah! Bangkitlah atas nama jiwaku yang menjamu dari keluasan samudera dan melambaikan sayap-sayapnya kepadamu dari garangnya gemuruh gelombang.

Bangkitlah atas nama kesenyapan yang telah membunuh gelegar derap kuda dan pengembara yang berlalu lalang.

Aku masih saja membuka mata seorang diri, sekalipun rasa kantuk telah melipat jiwa-jiwa manusia. Tak lain lantaran rasa kangen senantiasa menyentakkanku dari beratnya mata.

Cinta lantas menggendongku meninggalkan bentangan jari-jarimu, lantaran kegelisahan tak kunjung letih mengusikku.

Kasihku, telah kulupakan bilik kamarku, kantaran aku sungguh cemas akan gangguan hantu-hantu kealpaan yang berkubang di balik selimut yang terajut dari kelembutan kapas-kapas. Bahkan demi bisikan kesunyianku yang mencekam, akupun telah mengusir helaian-helaian suci di depan mataku dan kuhanguskan semua kitabku.

Kasihku, bangkitlah, bangkitlah, lalu simaklah jeritan resah istana jiwaku.

Kasihku, aku selalu mendengar bisikanmu. Kurasakan engkau tengah memanggil-manggilku dari kedalaman samudera dan kunikmati elusan sayap-sayapmu yang sangat sahdu. Aku telah mengabaikan bilik kamarku dan aku rela mengendus di muka rerumputan, kendati embun malam menciumi kakiku dan membasahi gaunku. Di sini, aku berdiri seorang diri, di bawah mekar-mekar pohon almond, membiarkan bayanganmu tetap bersemayam dalam belantara sukmaku.

Kasihku, turunkanlah padaku, restuilah saputan angin dari gunung-gunung Lebanon yang memblaiku sepoi-sepoi. Katakanlah, lantaran tak ada seorangpun yang akan mendengar kecuali aku. Malam telah gelap, lelah menggayut di tubuh mereka.

Kasihku, surga telah dianyam dalam kerudung cahaya malam dan terpaparkan ke seluruh negeri Lebanon.

Kasihku, surga telah didandani cahaya purnama bulan dari sebuah jubah tebal menderetkan asap-asap dan nafas Kematian, serta terbentang di atas bingkai kota.

Penduduk desa telah merindukkan dirinya di hadapan lelap di dalam gubuk-gubuk yang bertebaran di antara pohon-pohon willow dan kenari. Jiwa mereka telah terhampar dalam bunga-bunga impian masa depan.

No comments: